Hilirisasi Nikel Pomalaa Makin Dekat, PT Vale Catat Kemajuan Proyek HPAL

Ekspospedia – PT Vale Indonesia Tbk (INCO), bagian dari Grup MIND ID, mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga akhir September, Perseroan membukukan pendapatan sebesar US$896 juta atau meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut ditopang oleh peningkatan produksi nikel dalam matte, pertumbuhan penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa, serta penguatan portofolio bisnis Perseroan.
Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, PT Vale juga mengumumkan perkembangan penting dalam agenda hilirisasi melalui proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa. Proyek tersebut telah mencapai mechanical completion pertama untuk Line 1 dan Line 2, menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan bisnis hilir perusahaan.
Dari sisi operasional, produksi nikel dalam matte pada triwulan ketiga 2026 (3T26) mencapai 18.341 metrik ton. Angka tersebut merupakan produksi triwulanan tertinggi sepanjang 2026 setelah perusahaan melaksanakan kegiatan pemeliharaan besar pada awal tahun.
Peningkatan ketersediaan peralatan dan stabilitas operasional pabrik menjadi faktor pendukung kenaikan produksi dibandingkan triwulan sebelumnya.
Sementara itu, penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa menunjukkan kontribusi yang semakin besar terhadap bisnis Perseroan.
Blok Bahodopi mencatatkan penjualan sebesar 415.000 wet metric tons (wmt) pada 3T26. Dengan demikian, total penjualan selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 2.375.759 wmt.
Adapun Blok Pomalaa membukukan penjualan sebesar 1.314.358 wmt pada periode yang sama, meningkat signifikan dibandingkan 495.601 wmt pada triwulan kedua 2026. Secara akumulatif, penjualan bijih nikel Blok Pomalaa sepanjang sembilan bulan pertama mencapai 1.898.943 wmt.
Jika digabungkan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt selama triwulan ketiga 2026.
Capaian ini memperlihatkan semakin kuatnya kontribusi sektor pertambangan dalam mendukung diversifikasi sumber pendapatan PT Vale, termasuk dari wilayah operasional Pomalaa, Kabupaten Kolaka.
Pendapatan dan Laba Bersih Terus Meningkat
Dari sisi keuangan, PT Vale mencatatkan pendapatan sebesar US$353 juta pada 3T26, meningkat dibandingkan US$290 juta pada triwulan sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama didorong oleh kenaikan volume pengiriman nikel matte yang mencapai 20.158 ton, dibandingkan 13.932 ton pada 2T26, serta kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.
Meski demikian, rata-rata harga realisasi nikel matte tercatat sebesar US$14.053 per ton, lebih rendah dibandingkan US$14.765 per ton pada triwulan sebelumnya.
Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar US$101 juta pada 3T26. Secara kumulatif, EBITDA hingga akhir September 2026 mencapai US$297 juta, meningkat signifikan dibandingkan US$166 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba bersih Perseroan pada triwulan ketiga mencapai US$43 juta. Dengan demikian, laba bersih sepanjang sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar US$147 juta, hampir tiga kali lipat dibandingkan US$52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Jaga Efisiensi dan Perkuat Posisi Keuangan
Di tengah dinamika harga nikel dan kenaikan sejumlah komponen biaya operasional, PT Vale tetap berupaya menjaga efisiensi serta disiplin pengelolaan biaya.
Biaya tunai penjualan nikel matte tercatat sebesar US$10.404 per ton pada 3T26, meningkat dibandingkan US$10.005 per ton pada triwulan sebelumnya.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya dan konsumsi energi, termasuk penggunaan Marine Fuel Oil (MFO) dan batubara.
Perseroan terus menjalankan berbagai inisiatif efisiensi, optimalisasi penggunaan energi, serta pengendalian biaya operasional guna menjaga ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi pasar global.
Pada periode yang sama, PT Vale merealisasikan belanja modal sekitar US$95 juta untuk mendukung keberlangsungan operasional dan pengembangan proyek-proyek strategis.
Posisi kas dan setara kas perusahaan per 30 September 2026 tercatat sebesar US$247 juta, meningkat dibandingkan US$111 juta pada akhir Juni 2026.
Untuk mendukung kebutuhan belanja modal pemeliharaan dan inisiatif pertumbuhan jangka panjang, Perseroan juga melakukan penarikan dana sebesar US$175 juta dari fasilitas pinjaman yang tersedia selama triwulan ketiga.
Fokus Pengembangan Hilirisasi Menuju 2027
Memasuki 2027, PT Vale menyatakan akan terus mengoptimalkan produksi nikel dalam matte, meningkatkan kontribusi penjualan bijih dari wilayah pertumbuhan, serta mendorong proyek-proyek hilirisasi strategis menuju tahapan pengembangan berikutnya.
Pencapaian mechanical completion pertama pada Line 1 dan Line 2 proyek HPAL Pomalaa menjadi salah satu perkembangan penting dalam strategi transformasi bisnis Perseroan.
Kemajuan tersebut sekaligus memperkuat langkah PT Vale dalam mengembangkan industri pengolahan dan pemurnian nikel di Indonesia.
Dengan dukungan peningkatan kinerja operasional, pertumbuhan pendapatan, serta pengembangan proyek hilirisasi, PT Vale optimistis dapat memperkuat fondasi bisnis jangka panjang sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.(***)



