Berita

PT Vale IGP Pomalaa Perkuat Pelestarian Pesisir, Warga Desa Lamunde Dibekali Pelatihan Pembibitan Mangrove

Ekspospedia – PT Vale Indonesia melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan, khususnya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Kabupaten Kolaka.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif PT Vale IGP Pomalaa dalam kegiatan edukasi dan pelatihan pembibitan tanaman pesisir bagi masyarakat Desa Lamunde. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi multipihak untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan pantai dari ancaman kerusakan lingkungan.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan pembibitan tanaman pesisir tersebut digelar di Aula Kantor Desa Lamunde, beberapa waktu lalu Kamis (29/10/2026), melalui kolaborasi Tim Ekspedisi Patriot 2026 (TEP 2026) Kawasan Transmigrasi Anawua Universitas Hasanuddin (Unhas), PT Vale IGP Pomalaa, dan PT Dalle Nusantara Mekongga (DNM).

Dalam kegiatan tersebut, PT Vale IGP Pomalaa turut berkontribusi menghadirkan narasumber, Mutiara Hikmah Shabrina, S.Si., M.Ling., selaku penanggung jawab operasional di Site PT Vale IGP Pomalaa.

Kehadiran narasumber dari PT Vale menjadi bagian penting dalam transfer pengetahuan kepada masyarakat, terutama mengenai teknik pembibitan dan pengembangan vegetasi yang sesuai dengan karakteristik kawasan pesisir.

Materi yang disampaikan mencakup teknik pembibitan mangrove jenis Rhizophora yang cocok untuk kawasan pesisir berlumpur, serta tanaman pesisir untuk kawasan berpasir, seperti Pude atau Nyamplung dan jenis tanaman lainnya.

Melalui keterlibatan tersebut, PT Vale IGP Pomalaa tidak hanya mendukung kegiatan edukasi, tetapi juga mengambil bagian dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vegetasi pesisir sebagai pelindung alami pantai dan penjaga keseimbangan ekosistem.

Kegiatan yang dibuka Kepala Desa Lamunde, Agustian, itu diikuti 28 warga. Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab terkait teknik pembibitan serta pengembangan tanaman pelindung kawasan pesisir.

Selain penguatan kapasitas masyarakat dalam pembibitan, kegiatan ini juga membahas aspek kelembagaan melalui pelatihan penyusunan Peraturan Desa (Perdes) tentang Forum Pengelola Pesisir Desa (FPPD). Materi tersebut dibawakan Rizal Pauzi, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TEP 2026 KT Anawua, Dr. Ir. Chairul Pao’tonan, S.T., M.T., memaparkan pembangunan pemecah ombak menggunakan material bambu duri yang banyak ditemukan di kawasan transmigrasi Anawua.

Pembangunan tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat Desa Lamunde pada 24–25 Oktober 2026. Sebanyak dua segmen pemecah ombak berhasil dibangun, masing-masing sepanjang 26 meter dan 20 meter, dengan lebar 0,5 meter serta tinggi 1,2 meter.

Sementara itu, Ir. Gumaran, M.A.P., menjelaskan bahwa TEP 2026 KT Anawua juga memfasilitasi pembuatan persemaian bibit tanaman pesisir, di antaranya Pude atau Nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan Ketapang (Terminalia catappa).

Pengembangan pembibitan Pude tersebut merupakan aspirasi masyarakat Desa Lamunde yang disampaikan melalui Kepala Desa Agustian, Kepala Dusun II M. Thahir, Kepala Dusun III M. Yunus, serta Imam Masjid Lamunde, K.H. Umar Kasim.

Keterlibatan PT Vale IGP Pomalaa dalam kegiatan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

Melalui dukungan edukasi dan transfer pengetahuan, PT Vale IGP Pomalaa diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kolaborasi yang mendorong masyarakat semakin mandiri dalam mengelola dan menjaga lingkungan pesisir.

Dengan demikian, pelestarian kawasan pesisir Desa Lamunde tidak hanya menjadi kegiatan jangka pendek, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.(***)
















Related Articles

Back to top button